7 Tips Cerdas Desain Kamar Tidur Anak Jangka Panjang

Kamar tidur adalah ruang privasi bagi setiap individu, termasuk anak-anak. Sejak kecil, bahkan ketika masih bayi, beberapa orang tua telah menyiapkan desain kamar tidur khusus untuk anak-anaknya. Hal ini dilakukan untuk memupuk kemandirian dan tanggung jawab si anak sejak usia dini. Tidak hanya itu, ternyata membiasakan anak tidur sendiri dapat membuat tidurnya lebih nyenyak, lho.

Menurut Akademi Dokter Anak Amerika (AAP), usia terbaik untuk anak bisa tidur sendiri di kamarnya adalah 6 bulan. Bahkan, penelitian di sebuah jurnal Pediatrics menyatakan bahwa kebiasaan anak tidur mandiri sejak usia 4 bulan bisa mengurangi risiko terhadap penyakit SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)–sindrom kematian bayi mendadak.

Nah, dalam hal ini, setiap orang tua memiliki tantangan tersendiri ketika hendak mempersiapkan kamar tidur anak. Bisa dikatakan, kamar adalah ruang yang sangat penting dalam perkembangan dan pembentukan karakter anak. Oleh sebab itu, orang tua wajib memperhatikan banyak hal yang akan menentukan fungsi sebuah desain kamar tidur anak secara maksimal. Berikut ini ada 7 tips yang bisa diterapkan untuk menciptakan desain kamar tidur anak yang ideal dan jangka panjang:

1. Furniture adalah kuncinya

Seiring bertumbuhnya anak, semakin meningkat pula kebutuhannya. Hal ini tentu memungkinkan tingginya penumpukan barang. Oleh sebab itu, pemilihan furniture serbaguna sangat efisien untuk memaksimalkan desain kamar tidur anak saat ini.

Sumber: icasas.mx

Selain itu, kamu juga wajib memerhatikan kualitas furniture agar bisa dipakai jangka panjang. Pasalnya, furniture berkualitas rendah bisa meningkatkan potensi kecelakaan, seperti lemari yang tidak dapat berdiri seimbang ketika digunakan. Kalau sampai runtuh sebelum waktunya, tentu membahayakan si anak, bukan? Kamu bisa memilih kayu berjenis multiplek atau plywood.

Kemudian, furniture ukuran dewasa juga patut dipertimbangkan guna menghemat budget. Misalnya, lemari minimalis berukuran untuk orang dewasa akan lebih efisien dibanding lemari warna-warni dengan ukuran kecil. Mengeluarkan sejumlah uang di awal tentu lebih baik daripada harus mengganti furniture berkali-kali di kemudian hari, kan? Apapun furniture yang kamu gunakan, tetap utamakan keselamatan dan keamanan anak di dalam kamar.

2. Lihat dari perspektif anak

Sumber: hjscondiments.com

Meskipun furniture berukuran dewasa sangat disarankan, tetapi jangan lupa mempertimbangkan faktor fungsi dan kemampuan pakai si anak. Ketika menata desain kamar tidur si buah hati, coba gunakan perspektif anak dengan melihat dari jarak pandang anak. Misalnya, apabila gagang lemari terlalu tinggi dari perspektif anak, maka orang tua harus memikirkan cara lainnya agar anak tetap nyaman. Konsep lemari geser bisa dicoba sebagai solusi akan masalah ini.

Begitu juga dengan perabot lainnya seperti kursi dan meja. Jatuhkan pilihan pada yang masih bisa digunakan anak dengan leluasa, namun fleksibilitasnya pun tinggi untuk dipakai jangka panjang.

3. Perhatikan faktor interior

Ada beberapa faktor interior yang harus menjadi perhatian utama dalam sebuah desain kamar tidur anak. Pertama, kamar harus punya ventilasi udara yang baik, yaitu jendela, atau setidaknya lubang angin. Hal ini ditujukan supaya sistem sirkulasi udara berjalan dengan baik sehingga kesehatan pun terjaga.

Sumber: decoist.com

Faktor kedua yaitu pemilihan warna cat dinding, wallpaper, serta bahan utama kamar tidur. Pilih bahan-bahan berlabel non-toxic karena akan jauh lebih aman dan mudah dibersihkan. Ketiga, yaitu faktor penerangan. Pemilihan bola lampu dengan daya pijar terlalu tinggi dan membuat mata sakit harus dihindari. Coba posisikan penerangan yang memadai dengan akses yang dapat dijangkau dengan mudah oleh anak.

Artikel Lainnya: Desain Interior Kamar Tidur Apartemen Bergaya Minimalis

Terakhir adalah faktor keamanan. Pastikan hal-hal yang berpotensi bahaya seperti kabel elektronik, sudut tajam, dan arus listrik terkendali. Nah, untuk mewujudukan hal ini, orang tua sebaiknya tidak melakukan dekorasi yang berlebihan ketika sampai pada desain kamar tidur anak. Gunakan konsep sederhana yang mudah diraih, digunakan, dan menjunjung tinggi keamanan.

4. Hindari tema yang terlalu spesifik

Sebuah desain kamar tidur anak merupakan refleksi pribadi dan pancaran karakter si anak. Oleh karenanya, dekorasi ruangan yang kreatif bisa jadi alternatif yang baik untuk menceriakan suasana kamar. Tidak dapat dipungkiri jika masing-masing anak punya tema atau tokoh favorit. Misalnya, tema mobil balap, olah raga, luar angkasa, tokoh puteri kerajaan, boneka, dan sebagainya.

Sumber: pinterest.com

Sebenarnya, tidak ada yang masalah jika tema-tema tersebut diaplikasikan sebagai dekorasi. Akan tetapi, tema demikian tidak dapat dipakai untuk mendesain kamar tidur anak jangka panjang. Pasalnya, suasana hati dan selera anak pun cenderung berubah-ubah.

Cara menyiasatinya adalah memilih tema yang tidak terlalu spesifik. Cobalah munculkan ide untuk desain kamar yang sesuai minat, pikiran, dan hobi anak, namun tetap relevan hingga anak beranjak dewasa. Salah satu kunci yang perlu diperhatikan adalah dengan membuat pilihan desain yang lebih matang. Misalnya, kamar bernuansa hitam-putih, dilengkapi dengan highlight warna favorit si anak. Kamu tetap bisa menempatkan beberapa furniture untuk anak kecil, namun melalui fungsi dan kesederhanaannya akan dapat bertransisi seiring pertumbuhan si anak.

5. Area bermain dan belajar yang nyaman

Sumber: pinterest.com

Anak akan banyak menghabiskan waktu untuk belajar, bermain ataupun melakukan aktivitas lain di kamarnya. Maka dari itu, pastikan ada ruang yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang si anak.

Ketika menentukan desain kamar tidur anak kita, cobalah untuk mengatur agar proporsi cukup antara furniture yang ada dengan sisa ruang gerak. Hal ini bertujuan agar tatanan kamar tidur anak menjadi leluasa dan nyaman untuk setiap aktivitasnya.

6. Sistem organisir yang efektif

Sumber: projectnursery.com

Mood dan keseharian anak berpengaruh dari desain kamar tidur yang ditempatinya. Oleh sebab itu, mengedepankan kerapian dan kebersihan jelas sangat penting agar si anak nyaman. Pilih sistem rak penyimpanan yang mudah digunakan, misalnya box kontainer multifungsi yang tersedia dalam berbagai ukuran. Ajarkan anak untuk menyimpan barang sesuai dengan ukurannya. Contoh, pernak-pernik kecil bisa disimpan dengan rapi di kotak berukuran kecil. Sementara mainan dan baju, pilih keranjang bambu berukuran besar yang juga dapat merangkap fungsi sebagai kursi.

7. Ajak anak turut ambil bagian

Sumber: moeslah.co

Sebagai penghuni utama, anak wajib diikutsertakan dalam pemilihan konsep, penataan, dan desain kamar tidur nya sendiri. Berilah anak rasa bebas untuk menentukan beberapa hal kecil agar mereka punya rasa kepemilikan terhadap ruang pribadinya.

Selain itu, kebiasaan dan kesadaran agar rajin merawat serta membersihkan kamar patut ditanamkan sejak awal. Dengan begitu, mereka pun akan belajar tanggung jawab dan dengan lebih mudah beradaptasi di kamarnya sendiri.

Artikel Lainnya: 8 Desain Kamar Minimalis yang Cantik tapi Hemat Biaya

Itulah 7 tips cerdas untuk menciptakan kamar tidur anak yang ideal dan berjangka panjang.  Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Ayo jangan mau ketinggalan, masih banyak loh tips-tips lainnya yang terus menerus kami share setiap harinya, semuanya bisa di dapat hanya di Furniterus.

Artikel Lainnya

7 Ide Tanaman Hias Bunga untuk Mempercantik Taman di Hunian Kamu

4 Momen Paling Tepat Membeli Furniture Apartemen

Lampu Gantung Kekinian yang Minimalis dan Modern

7 Inspirasi Desain Ruang Kerja Rumah untuk Kamu yang Produktif

Hindari 5 Kesalahan Tata Ruang Rumah yang Sering Dilakukan Ini

7 Model Tangga Minimalis yang Dapat Menambah Estetika Rumah

Ini 8 Aksesoris Dapur Wajib Ada

7 Motif Keramik Kamar Mandi yang Cocok untuk Milenial

Pilih Wallpaper atau Cat? Cek Dulu Perbandingannya

4 Inspirasi Lampu LED untuk Desain Lemari Masa Kini dan Manfaatnya

Wujudkan Rumah Impianmu

Konsultasi Gratis !

Wujudkan Rumah Impianmu

Konsultasi Gratis !