Lantai Vinyl, Pilihan Material Selain Keramik untuk Desain yang Unik

Furniterus - Lantai vinyl kini menjadi pilihan material untuk penutup lantai selain keramik. Umumnya, orang mengira bahan bangunan untuk lantai hanya terbatas pada keramik, semen, marmer atau granit. Atau ada juga yang pernah mendengar tentang vinyl tapi meragukan kekuatan, estetika, dan segi kesehatannya. Tapi, seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”, memang jika belum mengenal spesifikasi lantai vinyl dan cara pemasangan serta pemanfaatannya, tentu saja akan ragu untuk mengikutsertakannya dalam desain. Apalagi, lantai termasuk elemen utama pembentuk sebuah ruang dan berpengaruh signifikan terhadap penciptaan suasana.

Sumber: celebritys.me

Mari kita lebih mengenalnya, mulai dari apa sih sebenarnya lantai vinyl itu, perbandingannya dengan keramik, hingga cara pemasangan dan  tips desainnya.

1. Apa Itu Lantai Vinyl?

Lantai vinyl atau Laminate Vinyl Tile (LVT) sebenarnya jenis pelapis lantai sintetis yang terbuat dari bahan dasar plastik polyvinyl chloride (PVC). Harganya relatif lebih murah dari jenis pelapis lantai lainnya. Teksturnya halus dan elastis sehingga mudah dipasang. Motifnya pun beragam, mulai dari motif kayu, motif lantai semen, hingga motif geometris klasik.

Sumber: extrarace.com

Bentuknya lembaran/papan dan gulungan. Untuk bentuk lembaran/papan (plank), ukurannya berbeda sesuai pabrik produsennya. Umumnya, lebar 15-20 mm dan panjang 900-1000 mm, dengan ketebalan 3 mm. Sedangkan untuk gulungan (roll), biasanya bisa dipesan dengan panjang minimum 15 m dan lebar 1,83 m, sedangkan ketebalannya 1,5 mm, lebih tipis dari bentuk lembaran.

2. Keunggulan Lantai Vinyl

Tampilannya natural menyerupai lantai kayu/parket, dengan pemasangan yang lebih mudah dan nyaris kelihatan tanpa sambungan.

Harganya lebih terjangkau dibanding lantai parket dan keramik. Pemasangannya mudah, bisa ditumpuk di atas lantai dengan jenis apa pun, tidak perlu membongkar lantai lama. Dengan ketekunan dan semangat menciptakan rumah hasil tangan sendiri, memasang lantai vinyl dapat menghemat biaya tukang karena bisa dikerjakan sendiri.

Sumber: freshdesignpedia.com

Perawatannya mudah karena bisa dipel seperti lantai keramik, namun akan lebih aman jika membersihkannya menggunakan penyedot debu agar terhindar dari gesekan kain dan gagang pel. Lapisan anti air di paling atas membuat jenis ini cukup awet, sekitar 10-15 tahun, apalagi didukung karakteristiknya yang anti jamur dan anti gores.

Adanya lapisan busa di bagian bawahnya, membuat pelapis lantai ini lebih nyaman di kaki karena lebih empuk dan hangat. Ketahanan terhadap beban juga cukup handal.

Sumber: gsindesign.com

Kebanyakan motifnya menyerupai lantai parket tapi dengan ketahanan dan perawatan yang lebih baik. Mampu bertahan terhadap paparan sinar matahari langsung, bahkan air hujan sekalipun.

3. Kelemahan Lantai Vinyl

Karena terbuat dari bahan dasar PVC yang dapat melepaskan Volatile Organic Compounds (VOC), bahan vinyl kurang baik bagi kesehatan, terutama bagi yang sensitif atau hiperalergic. Bahan ini juga mudah rusak jika terkena benda tajam dan harus diganti dengan lapisan baru karena sulit untuk diperbaiki. Selain itu, mudah terkelupas apabila cara pemasangannya tidak sesuai prosedur.

Sumber: extrarace.com

Bahan vinyl kurang cocok diterapkan di daerah beriklim  panas karena memantulkan suhu hangat. Walaupun motifnya elegan, namun variasinya tidak sebanyak bahan keramik yang sudah umum. Selain itu, belum banyak toko bangunan yang menyediakan lantai jenis ini.

4. Lantai Vinyl vs Keramik

Dari segi harga, bahan vinyl lebih ekonomis. Namun, lebih banyak motif dan rentang harga yang ditawarkan bahan keramik.

Dari segi ketersediaan pasokan, walau belum banyak toko yang menyediakan bahan vinyl, namun tren belanja online memudahkan konsumen untuk mendapatkannya.

Dari segi ketahanan, sebenarnya keduanya seimbang, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Bahan vinyl cenderung tidak kuat terhadap gesekan, namun lebih mudah dibongkar pasang untuk perbaikannya. Sedangkan, lantai keramik walau tidak mudah tergores dan lebih anti jamur, namun jika terjadi pemuaian atau tertimpa benda yang jatuh, akan pecah dan bongkar pasangnya pun lebih sulit, karena walau hanya sebuah keramik yang pecah atau memuai, namun seringkali harus menggantinya secara keseluruhan.

Sumber: tuscanfloortiles.com

Artikel Lainnya: 7 Jenis Keramik Lantai untuk Ubah Suasana Apartemenmu

Dari segi kenyamanan, tergantung keadaan suhu dan kelembapan lingkungan sekitar. Permukaan keramik yang keras cenderung sejuk walau di musim kemarau sekalipun. Namun, terkadang terlalu dingin untuk musim hujan. Sedangkan, bahan vinyl lebih hangat, empuk dipijak dan nyaman saat musim dingin. Namun, cenderung membuat gerah di musim panas.

Bahan vinyl lebih cocok untuk indoor. Jika ingin mengaplikasikannya di outdoor, beri pelapis untuk melindungi dari paparan sinar matahari langsung.

5. Cara Pemasangan Lantai Vinyl

Pemasangan lantai vinyl cukup mudah. Awalnya, sama seperti bahan penutup lantai lainnya, ukur dan siapkan area lantai yang akan dipasang. Hitung dengan teliti dan belilah jumlah roll sesuai kebutuhan. Biasanya bahan perekat dijual terpisah.

Pastikan lantai dalam keadaan bersih, kering, dan rata atau tidak ada partikel yang mengganjal saat proses pemasangan. Jika lantai masih berupa acian semen dengan retakan minor, tutuplah dengan cat. Setelah cat kering dan lantai tidak panas karena sinar matahari atau terlalu dingin dan lembap, barulah pasang lembarannya. Idealnya, suhu permukaan yang baik untuk dilapisi vinyl sekitar 15-200 C

Sumber: gsindesign.com

Sebelum digunakan, gulungan vinyl harus disimpan dalam ruangan agar tetap terjaga kondisinya, tidak kehujanan atau kepanasan. Tentukan pola lantai yang diinginkan, sesuaikan dengan ukuran vinyl. Permudah pembagiannya menggunakan benang agar saat pemasangan juga lebih mudah. Cara termudah adalah memulainya dari titik tengah ruangan untuk mengurangi pemotongan saat menyesuaikan ukuran.

Sumber: tptlife.info

Pemotongan vinyl bisa menggunakan cutter. Pastikan polanya sesuai arah atau motif urat kayunya agar tampilan visualnya lebih cantik dan elegan. Oleskan lem menggunakan kuas pada permukaan lantai dan bagian alas vinyl. Tunggu sampai lem agak mengering, baru tempelkan. Gunakan roller atau injak-injak agar keduanya merekat dengan baik. Bersihkan sisa lem yang keluar di antara sambungan. Sebaiknya, gunakan warna lem yang senada dengan vinyl. Terakhir, lapisi dengan lapisan anti air dan anti jamur untuk meningkatkan ketahanan lantai. Tunggu 24-72 jam sebelum memindahkan seluruh perabotan.

Sumber: gsindesign.com

Kini, lantai vinyl menjadi pilihan menarik untuk menciptakan ruang dengan desain yang unik. Kehadiran berbagai motif elegan yang biasanya dibarengi rumitnya perawatan ternyata dipermudah oleh bahan vinyl. Elegan, mudah perawatan, dan harga yang terjangkau ditawarkan lantai vinyl untuk mewujudkan desain impian.

Sumber: tptlife.info

Artikel Lainnya: Tips Memilih Karpet Lantai untuk Ruangan Minimalis

Jadi, teruslah berimajinasi dan wujudkan ruang yang nyaman bersama Furniterus! Furniterus memberikan solusi desain terbaik dan senantiasa menghadirkan tips-tips terbaru.

Project Pilihan Furniterus

Lihat Semua
LIHAT SEMUA

Artikel Lainnya

Lihat Semua

Ingin Tinggal Nyaman di Apartemen Studio? Ini Tips Jitunya

Mau Menggunakan Desain Kontemporer pada Rumah? Ini 7 Tipsnya

Lemari Gantung Dapur Kekinian yang Simpel dan Keren

Tips Desain Kamar Tidur Anak yang Digunakan Bersama agar Nyaman

Betah Nonton TV Seharian dengan 6 Cara Menata Ruang TV Cerdas

7 Ide Tanaman Hias Bunga untuk Mempercantik Taman di Hunian Kamu

Ini 8 Aksesoris Dapur Wajib Ada

Tips Agar Tinggal di Apartemen Bisa Lebih Hemat dan Berkualitas

Tips Menata Kamar Tidur agar Apartemen Sehat

7 Trik Membuat Kamar Terlihat Luas dengan Karpet

LIHAT SEMUA

Wujudkan Rumah Impianmu

Konsultasi Gratis !

Wujudkan Rumah Impianmu

Konsultasi Gratis !