Keramik Granit, Si Bahan Ambigu yang Memukau dan Terjangkau

Keramik granit, keramik atau granit? Istilah keramik granit memang ambigu, namun material bangunan satu ini, sebenarnya bukan bahan baru di dunia bangunan. Merek Granito, Niro Granite, Essenza, Venus, Monalisa, dan Indogress sudah lama beredar di pasaran dan kerap kali dimininati untuk mempercantik interior dan eksterior bangunan.

Sumber: nirogranite.com

Sebenarnya apa saja karakteristiknya sehingga begitu diminati? Apa perbedaannya dengan keramik lantai biasa? Apa keunggulannya? Berapa ukurannya? Seperti apa tekstur dan motifnya? Dan, bagaimana cara pemasangan dan perawatannya? Mari temukan jawabannya dalam artikel ini!

1. Karakteristik Keramik Granit

Keramik granit sering disebut granite tile atau homogeneous tile. Terbuat dari campuran tanah liat, kaolin, dan silika yang dibakar pada suhu 12000C sehingga menyatu homogen erat, kuat, dan menghasilkan pori-pori yang sangat kecil. Bila dipotong, hasil potongannya dari atas ke bawah menyatu seolah berasal dari satu material. Istilah penamaannya diberikan karena memang warna dan motifnya natural serupa granit.

Sumber: granito.co.id

Secara umum, jenis keramik ini dibedakan berdasarkan motif dan jenis permukaan/teksturnya. Harga material ini pun semakin terjangkau karena sudah banyak produsen yang memasarkannya. Tampilannya yang memukau sekelas granit asli, turut menjadi alasan yang membuat banyak orang memilih keramik granit.

2. Perbedaan Keramik dengan Keramik Granit

Dibanding keramik granit, keramik atau tile memang lebih dikenal sebagai bahan penutup lantai, padahal bahan serta proses pembuatannya hampir sama. Hanya saja proses pembakaran keramik granit dilakukan pada suhu lebih tinggi. Proses inilah yang membuatnya lebih kuat dibanding keramik.

Sumber: granito.co.id

Cara membedakan keduanya cukup mudah. Secara kasat mata, tampilan keramik granit di seluruh permukaannya sama. Sedangkan keramik, hanya menampilkan motif atau glazur-nya di bagian atas saja dengan hasil pembakaran tanah liat di bagian bawahnya.

Keduanya sama-sama memberi pilihan polished (mengkilap dan licin) dan unpolished (tidak mengkilap dan tidak licin).

Ketebalan keramik granit sekitar 8-10mm, sedangkan ketebalan keramik biasa hanya mencapai 6 mm. Itulah sebabnya, bahan ini lebih kuat dibanding keramik dan bisa tersedia dalam ukuran modular yang lebih besar.

3. Keunggulan Keramik Granit

Walau bahan dan proses pembuatannya hampir sama dengan keramik, namun bahan ini memiliki beberapa keunggulan. Proses pembakaran pada suhu yang lebih tinggi, membuatnya lebih kuat. Tampilan mewahnya yang mirip granit asli tersedia dalam berbagai motif dan warna. Ukurannya pun tersedia dalam ukuran besar dengan tingkat presisi yang tinggi.

Sumber: indogress.com

Tidak seperti keramik, bahan ini tidak perlu direndam saat hendak dipasang karena pori-porinya sangat kecil, sehingga resiko pop-up atau terangkat karena perubahan suhu dan kesalahan pemasangan sangat kecil. Selain itu, pori-porinya yang kecil, membuat keramik granit lebih tahan noda dan mudah dibersihkan. Lapisan atasnya juga tidak mudah tergores. Kalaupun tergores, tinggal memolesnya dan tidak menyebabkan perubahan motif dan warna karena sifat homogenitasnya yang solid.

4. Ukuran Keramik Granit

Jenis bahan yang sering dijadikan bahan penutup lantai, top table, dan keramik dinding ini tersedia dalam berbagai ukuran modular, mulai dari 40×40 cm, 60x 60, 80 x 80, dan 120 x 120. Banyaknya ukuran dengan tingkat presisi yang tinggi dan keseragaman motif, mempermudah dan mempercepat waktu pemasangan.

Sumber: granito.co.id

Bahkan, saat ini sudah mulai dipasarkan bentuk mozaik berukuran 120×120, dengan keragaman warna dan kecanggihan teknologi potong water jet, yang memudahkan pemotongan dan penyusunan dalam berbagai desain.

Artikel Lainnya: Keramik Dinding Dapur: Jenis Material dan Variasi Desain

5. Tekstur Permukaan Keramik Granit

Sama seperti keramik, bahan ini diproduksi dengan dua jenis tekstur, halus dan kasar. Tekstur kasar (unpolished) umumnya digunakan untuk eksterior dan area basah, seperti teras dan kamar mandi, agar permukaan tidak licin.

Sumber: indogress.com

Tekstur polished yang halus, cocok diaplikasikan pada interior, memberi kesan bersih, dan memantulkan sebagian besar cahaya yang diterimanya, sehingga tampak semakin elegan.

6. Motif Keramik Granit

Motif elegan keramik granit tidak hanya tersedia menyerupai motif granit. Aneka motif seperti tampilan polos (tanpa motif), motif kayu, batu alam, marmer, granit, hingga motif artistik, dapat dipilih dari keramik granit.

Sumber: sugarandcream.co

Didukung dengan berbagai warna, mulai dari putih, krem, abu-abu, hitam, hingga cokelat, keramik granit tampil memukau untuk menciptakan berbagai kesan ruang yang diinginkan. Keindahannya semakin elegan dengan tampilan alami alur bebatuan dan alur pasir.

7. Pemasangan dan Perawatan Keramik Granit

Berbeda dengan keramik yang harus direndam air sebelum pemasangan untuk menghilangkan sifat menyerap air agar tidak terangkat (pop-up), jenis ini tidak perlu direndam. Pori-porinya yang sangat kecil dan rapat membuatnya minim resiko pop-up. Saat pemasangannya, sebaiknya gunakan semen instan dan ingatlah untuk memberi nat dengan jarak 2-3mm.

Perawatannya relatif mudah dan cukup dibersihkan rutin seperti lantai keramik biasa, dengan air dan cairan pembersih lantai. Karena tidak mudah menyerap air, bila terkena tumpahan kopi atau cairan lain yang biasanya meninggalkan bekas, cukup dilap dengan kain basah. Jika terkena benturan benda yang sangat keras dan meninggalkan bekas goresan, pemolesan dapat dilakukan tanpa khawatir akan terjadi perubahan warna dan motif yang akan membuat lantai menjadi belang, seperti yang kerap terjadi pada bahan marmer.

Sumber: nirogranite.com

Ternyata, keramik granit bukan material asing yang sama sekali baru di dunia bangunan. Keberadaannya sudah sering dimanfaatkan di berbagai tempat, mulai dari perumahan, perkantoran, bahkan perhotelan. Tampilan mewahnya yang menyerupai marmer dan granit dengan harga relatif lebih murah, menjadi daya tarik tersendiri. Kekuatannya yang tak diragukan lagi, kemudahan pemasangan dan perawatannya, serta ketersediaannya di pasaran, membuat jenis keramik ini mudah didapat dengan beragam pilihan. Jadi, tidak perlu ragu lagi untuk memilih dan memanfaatkan keramik granit untuk tampilan alami dan elegan dalam desain.

Nantikan artikel-artikel lainnya dan lihat juga koleksi kitchen set dan lemari pakaian  Furniterus. Berkonsultasilah untuk mendapatkan desain idaman yang bisa di-custom sesuai keinginan dan kebutuhan.

Artikel Lainnya: 7 Motif Keramik Kamar Mandi yang Cocok untuk Milenial

Artikel Lainnya

6 Cara Menata Ruang Keluarga untuk Berkumpul Nyaman Bersama Keluarga

Mau Biaya Renovasi Rumah yang Sesuai Budget? Ini 5 Caranya!

Desain Kursi Tamu Menawan yang Bikin Hati Tamu Tertawan

7 Hiasan Dinding Kamar Sesuai dengan Kepribadianmu

Dekorasi Apartemen Penyewa yang Digemari dengan Harga Sewa Tinggi

Kamar Mandi Terasa Sumpek? Terapkan 7 Cara Menata Kamar Mandi Kecil Ini

Dekorasi Apartemen dan Rumah, Apa Sih Bedanya?

7 Ide Rak Dapur Minimalis untuk Dapur Kecil

Layout Rumah untuk Pasangan Muda agar Semakin Harmonis

7 Tips Memilih Furniture Apartemen yang Hemat Ruang

Wujudkan Rumah Impianmu

Konsultasi Gratis !

Wujudkan Rumah Impianmu

Konsultasi Gratis !