Karpet Bulu, Tips Memilih dan Cara Perawatannya

Karpet bulu menjadi tren pelengkap desain interior. Keberadaannya membuat ruang tampil lebih anggun dan terkesan mewah.

Kenyamanan serta sensasi sentuhan yang dihadirkan setiap bahan memang berbeda, tergantung jenis bahan yang rentang harganya pun cukup luas. Mulai dari bahan sintetis dan acrylic yang harganya di bawah 1 juta, hingga bahan wol asli yang harganya lebih dari 5 juta.

Sumber: crateandbarrel.com

Memiliki barang yang tergolong mewah ini, memang memberikan kenyamanan dan sensasi tertentu, namun tidak berarti terbebas dari perawatannya. Justru perawatannya tergolong sulit dan memerlukan teknik spesifik tergantung jenis bahannya. Inilah sebabnya para pembersih karpet mematok biaya perawatan yang cukup mahal.

Nah, sebelum membeli karpet, kenalilah jenis karpet bulu dan ciri khususnya agar dapat memilih karpet yang sesuai kebutuhan dan mendapatkan karpet yang sesuai harganya. Selain itu, perlu juga mengetahui cara perawatannya agar karpet awet dan dapat memberikan kenyamanan dalam waktu yang lama.

1. Bahan Karpet Bulu

Sebenarnya, istilah karpet bulu kurang tepat, karena karpet ini tidak terbuat dari bulu burung ataupun unggas lainnya, tetapi dari rambut domba.

Sumber: diyaffordablehomedecor.com

Berdasarkan bahannya, ada tiga jenis bahan karpet: wol asli, acrylic, dan sintetis. Ketiga bahan ini memberikan sensasi kenyamanan dan kehangatan yang berbeda dari permukaannya yang ‘fluffy’.

2. Karpet Bulu Wol

Bahan ini terbuat dari 100% bulu domba asli yang biasanya dikerjakan dengan tangan atau handmade, termasuk bagian dasarnya. Dari bahannya saja, sudah jelas karpet bahan wol memberikan kehangatan, kenyamanan alami, dan kemewahan dari bulunya yang tebal dan halus.

Sumber: love-rugs.com

Berdasarkan seberapa fluffy bulunya, ada dua tipe karpet bulu berbahan dasar wol asli, flokati dan noodle.

3. Karpet Bulu Wol Flokati

Tipe flokati sebenarnya kerajinan tangan tradisional khas Yunani. Karpet flokati menyerupai rambut anjing gembala yang sangat tebal dan halus. Ketebalannya bisa mencapai 6,5 cm. Saking tebalnya, saat diinjak, kaki seolah tertutup bulu yang tebal dan sangat halus.

Sayangnya, gaya listrik statis alami dari serat-serat wol mudah menarik kotoran, debu, rambut, dan partikel-partikel kecil lainnya dan membuat karpet mudah kotor, jadi harus sering dibersihkan dan disikat untuk menjaganya agar tetap tebal dan halus.

Sumber: amazon.com

Kotoran ini pun sulit dibersihkan karena menempel dengan lekat di sela-sela bulu halus. Bulu-bulu juga tidak melekat terlalu kuat pada permukaan karpet, jadi jika dibersihkan dengan cara mencabut kotorannya, serat akan ikut tercabut.

Sumber: aliexpress.com

Warna aslinya putih atau krem, sesuai warna asli bulu domba. Namun bisa direndam dalam pewarna untuk menghasilkan aneka warna yang diinginkan.

Bahan flokati terbaik dibuat dari 100% bulu domba Selandia Baru dan Australia, serta aman dan nyaman untuk anak-anak.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Karpet Lantai untuk Ruangan Minimalis

4. Cara Merawat Karpet Bulu Flokati

Untuk menjaganya tetap bersih dan tahan lama, bersihkan bagian yang kotor dengan kain yang halus. Bisa juga dicuci dengan mesin menggunakan air hangat 380C. Lanjutkan dengan pencucian manual menggunakan tangan.

Sumber: ultimatesheepskin.com

Keringkan secara manual juga dengan tangan agar tetap fluffy dan warnanya bersinar.

Sumber: cleanipedia.com

5. Karpet Bulu Wol Noodle

Tipe noodle dikenal juga dengan sebutan spaghetti karena serat wolnya yang tebal menyerupai bentuk mie. Teksturnya sangat lembut dan tampilannya mewah.

Sumber: rugknots.com

Tipe noodle lebih mudah dibersihkan karena serat-serat yang berdekatan terjalin membentuk simpul yang sulit dimasuki kotoran. Kotoran yang masuk ke celah-celah di antara simpul juga lebih mudah dibersihkan.

Sumber: ebay.co.uk

Karpet wol tipe noodle lebih mudah dirawat sehingga lebih awet. Namun, terkadang harganya lebih mahal daripada tipe flokati.

6. Karpet Bulu Acrylic

Sebagai tiruan dari bahan wol, karpet bahan acrylic pasti lebih murah daripada bahan wol. Tampilannya pun terlihat kurang elegan. Sensasi sentuhannya sangat berbeda dengan kelembutan bahan wol. Jika disentuh kurang lembut dan teksturnya plastiknya terasa menempel kesat di kulit.

Sumber: carpet.divadavanna.com

Karena terbuat dari plastik, bahan ini memiliki gaya listrik statis yang besar yang menarik serat-serat, debu, rambut, dan kotoran dengan kuat, sehingga sangat sulit dibersihkan. Bahan acrylic berbahaya karena sangat mudah terbakar, bahkan seringkali memicu terjadinya kebakaran besar. Berbeda dengan bahan wol yang sulit terbakar karena memiliki kadar air yang tinggi dalam serat alaminya.

7. Karpet Bulu Sintetis

Kualitasnya memang kurang baik tetapi sebanding dengan harganya yang jauh lebih murah dari bahan wol. Terbuat dari bahan polyester, nylon, dan viscose, walau lebih murah namun tampilannya tidak kalah dari bahan wol. Banyak desainer karpet dengan merek terkenal yang memanfaatkan bahan sintetis ini.

Sumber: wayfair.ca

Walaupun kualitasnya kurang baik, namun karpet ini lebih mudah dibersihkan. Tidak seperti bahan wol, bahan sintetis bisa dibersihkan dengan pembersih uap (steam cleaner).

Sumber: rugknots.com

Bahkan, beberapa produsen berani mengklaim produk karpet sintetisnya tahan noda dan warnanya tidak memudar. Sayangnya, karena kualitasnya yang kurang baik, bahan ini tidak tahan lama.

8.Tips Perawatan Karpet Bulu

Setiap bahan karpet memerlukan cara dan jenis perawatan yang berbeda. Ada yang bisa dibersihkan dengan cairan pembersih khusus, penyedot debu, atau steam cleaner.

Sebenarnya, karpet tidak bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner begitu saja karena sela-sela antar serat sulit dijangkau kekuatan sedot vacuum cleaner. Selain itu, serat-serat yang tercabut dan tersedot dapat tersangkut dan membuat mesin rusak.

Sumber: primereviews.org

Pakailah detergen khusus untuk wol yang tidak mengandung alkali atau enzim biologis lainnya dan rendam dalam air hangat atau air dingin. Jangan menggunakan air panas karena akan membuat karpet menciut! Jangan pula menggunakan bahan pelembut dan pewangi!

Sumber: cleanipedia.com

Artikel Lainnya: 7 Trik Membuat Kamar Terlihat Luas dengan Karpet

Boleh dicuci menggunakan mesin cuci tapi jangan dikeringkan dalam mesin pengering.  Peraslah secara manual. Letakkan di atas handuk agar air meresap ke handuk dan karpet menjadi kering. Setelah kering, sikatlah dengan sikat khusus untuk karpet agar tetap fluffy dan lembut.

Jemur dan pukul-pukul karpet secara teratur agar tetap bersih dan sehat. Sebisa mungkin jemur di area yang terkena panas matahari tapi tidak secara langsung agar kuman dan bakteri mati.

Sumber: rugknots.com

Pastikan bahan karpet yang dipilih sesuai kebutuhan dan keinginan karena sensasi dan kenyamanan yang dihadirkan sangat berbeda. Ada harga ada barang, kualitas berbanding senilai dengan harganya. Rawatlah karpet sesuai spesifikasinya agar tetap bersih dan tahan lama.

Nantikan artikel-artikel lainnya untuk mendapatkan berbagai ide desain yang sempurna. Lihat juga koleksi lemari pakaian dan kitchen set Furniterus dan konsultasikan desain idaman yang bisa di-custom sesuai keinginan dan kebutuhan.

Artikel Lainnya

Desain Lemari Pakaian yang Cocok untuk Kamar Tidurmu

7 Desain Lantai Rumah untuk Kamu yang Stylish

7 Desain Kamar Mandi Modern yang Nyaman untuk Relaksasi

Ingin Menghemat Budget? Ini 7 Tips Sebelum Membeli Furniture Bekas

6 Ide Bingkai Foto Cantik dan Unik untuk Dekorasi Kece Kamar Tidurmu

Dekorasi Apartemen Studio agar Sesuai Tipe Penyewa

Bagaimana Tren Model Rumah Minimalis 2019?

Milenial Wajib Tahu! Ini 5 Desain Rak Dapur Kekinian

Desain Kamar Mandi Minimalis untuk Apartemen

8 Inspirasi Dapur Cantik yang Hemat Ruang di Apartemenmu

Wujudkan Rumah Impianmu

Konsultasi Gratis !

Wujudkan Rumah Impianmu

Konsultasi Gratis !