Kanopi Homey untuk Rumah Minimalis

Kanopi, dalam dunia arsitektur berupa atap yang melindungi bagian luar bangunan dari panas matahari dan terpaan hujan. Sebagai bagian dari rumah, peran dan pengaruhnya sangat penting terutama di bagian eksterior.

Perancangannya harus diikutsertakan sejak awal perencanaan. Gaya, bahan, serta fungsinya harus disesuaikan dan menyatu dengan gaya desain bangunan secara keseluruhan.

Kanopi

Sumber: shirokoi.org

Sebagai pelindung dari panas, hujan, dan benda-benda yang mungkin jatuh dari atas, serta sebagai faktor estetika, desain kanopi yang baik juga harus serasi dengan rumah sekaligus menyatu dengan lingkungan sekitar. Berbagai kesan pun dapat ditampilkan dari gaya desainnya termasuk kesan homey untuk hunian minimalis.

1. Kanopi Baja Ringan

Baja ringan cukup kuat menahan beban dan dibuat kantilever bentang panjang. Keunggulan ini memungkinkan area desain yang cukup luas tanpa tiang. Desain kanopi tanpa tiang terkesan cerdik dan elegan.

Kanopi

Sumber: devconn.co

Agar tidak gelap, bahan penutupnya bisa menggunakan bahan tembus cahaya seperti Alderon (UPVC / Unplasticizide Polyvinyl Chloride)  atau polycarbonate.

Selain terang, penutup berbahan tembus cahaya dapat menciptakan kesan artistik dari bayangan struktur yang terkena cahaya. Garis-garis struktur baja ringan juga mempertegas kesan minimalis.

2.  Kanopi Kaca

Bahan kaca selain tembus cahaya, juga tampak elegan dan mudah dibersihkan. Sayangnya, kaca juga bersifat konduktor cahaya dan kurang baik mereduksi panas matahari.

Kanopi

Sumber: razode.com

Untuk mengurangi panas matahari, manfaatkan bilah-bilah kayu atau bambu yang diletakkan di atasnya. Selain agar lebih adem, bahan kayu atau bambu memberikan desain artistik dengan kesan alami dan menyatu dengan alam.

3. Kanopi Kantilever Modern Minimalis

Kini, teknik kantilever memudahkan berbagai desain bebas tiang. Desain kantilever menciptakan kesan modern, minimalis, dan elegan.

Kanopi

Sumber: verfachadasdecasas.com

Struktur baja ringan memungkinkan desain kantilever bentang panjang untuk carport ukuran 3 m x 4,5 m.  Selain tampak keren, kanopi tanpa tiang membuat carport lebih lega dan memudahkan keluar masuk kendaraan, tanpa takut menabrak tiang.

4. Kanopi Geometris

Perpaduan bentuk-bentuk geometris dengan garis-garis yang tegas menampilkan keindahan gaya arsitektur minimalis. Sebagai bagian eksterior bangunan, desain kanopi berperan sangat penting dan tak bisa dipisahkan. Desainnya yang menyatu dengan keseluruhan bangunan akan ikut mendukung penciptaan keindahan gaya arsitektur yang diusungnya.

Kanopi

Sumber: design-milk.com

Walau desainnya sederhana, bahan beton selain kuat juga menjadi perlambang dunia arsitektur modern minimalis dan kekokohan suatu desain. Desain yang menyerupai bingkai geometris, serasi dengan dua massa bangunan geometris yang saling menyatu dengan konsep “interlocking space”.

Posisi dan ukurannya menyatukan dan menyeimbangkan kedua massa bangunan. Massa bangunan bagian atas dengan porsi massa yang lebih besar dan menggantung, seolah ditopang oleh tiang kanopi yang lebih panjang dan ramping. Sedangkan massa bangunan yang lebih ramping di bagian agak belakang, diseimbangkan dengan tiang yang terlihat lebih pendek di atas pagar batas dengan rumah tetangga.

Massa bangunan yang besar dan hitam gelap terlihat berat, diseimbangi oleh warna kanopi yang putih dan terkesan ringan. Kesinambungan desainnya dengan desain rumah secara keseluruhan, menciptakan kesan rumah yang homey sejak tampilan eksteriornya.

5. Kanopi yang Menyatu dengan Atap

Desain atap yang terencana dengan matang dapat menjadi kanopi yang menaungi seluruh area di bawahnya, termasuk balkon, teras, dan carport.

Kanopi

Sumber: frankhouse.org

Sejak awal perancangan, rumah minimalis selalu mengoptimalkan fungsi semua elemennya, termasuk atap. Semua massa bangunan yang bernaung di bawahnya dapat terlindungi dengan baik.

Walau sederhana, hanya berupa sebuah bidang besar yang berada di bagian bangunan paling atas, atap sekaligus menjadi kanopi yang menaungi balkon di lantai dua, carport dan tangga masuk di lantai dasar.

Dari segi desain, bentuk atap mempertegas kesan minimalis, menyatu dan saling mendukung dengan garis-garis tiang, balok, kusen, dan bilah-bilah kayu pelapis dinding eksterior.

Dari segi ekonomis, atap yang sekaligus menjadi kanopi untuk keseluruhan bangunan, tentulah lebih hemat dibandingkan membangun kanopi khusus untuk tiap lantai.

6. Massa Bangunan sebagai Kanopi

Konsep minimalis yang cenderung menggelitik imajinasi dan kreativitas dalam memanfaatkan setiap elemen dengan cara yang paling cerdik, seringkali menelurkan karya-karya arsitektur unik fungsional yang sederhana namun indah.

Kanopi

Sumber: frankhouse.org

Konsepnya sederhana, menyatukan dua massa bangunan yang mewadahi ruang publik di bagian bawah dan ruang privat di bagian atas. Eksekusi desainnya juga terkesan sederhana, hanya menumpuk dua massa bangunan dengan ruang kosong di antaranya.

Ruang kosong di bawah massa bangunan kedua menjadi bagian dari lantai dasar dengan massa bangunan atas sebagai naungannya. Bagian depan massa bangunan atas lebih maju dan menjadi kanopi untuk teras di bawahnya.

Lagi-lagi konsep minimalis membuktikan “less is more” dan “beauty in simplicity”, menghasilkan desain yang sempurna mewadahi setiap kegiatan dalam cara paling sederhana yang cerdik.

Kanopi

Sumber: design-milk.com

Sebagai elemen yang menaungi area awal memasuki rumah, desain kanopi bukan sekedar perlindungan agar carport dan teras tidak kepanasan atau kehujanan, tetapi juga sebagai awal penciptaan suasana yang menghubungkan bagian luar dengan bagian dalam rumah.

Artikel Lainnya: 7 Tipe Plafon yang Bisa Membuat Rumah Lebih Nyaman

Nantikan artikel-artikel lainnya untuk mendapatkan berbagai ide desain yang sempurna. Lihat juga koleksi lemari pakaian dan kitchen set Furniterus dan konsultasikan desain idaman yang bisa di-custom sesuai keinginan dan kebutuhan.

Kanopi Homey untuk Rumah Minimalis

Kanopi, dalam dunia arsitektur berupa atap yang melindungi bagian luar bangunan dari panas matahari dan terpaan hujan. Sebagai bagian dari rumah, peran dan pengaruhnya sangat penting terutama di bagian eksterior.

Perancangannya harus diikutsertakan sejak awal perencanaan. Gaya, bahan, serta fungsinya harus disesuaikan dan menyatu dengan gaya desain bangunan secara keseluruhan.

Kanopi

Sumber: shirokoi.org

Sebagai pelindung dari panas, hujan, dan benda-benda yang mungkin jatuh dari atas, serta sebagai faktor estetika, desain kanopi yang baik juga harus serasi dengan rumah sekaligus menyatu dengan lingkungan sekitar. Berbagai kesan pun dapat ditampilkan dari gaya desainnya termasuk kesan homey untuk hunian minimalis.

1. Kanopi Baja Ringan

Baja ringan cukup kuat menahan beban dan dibuat kantilever bentang panjang. Keunggulan ini memungkinkan area desain yang cukup luas tanpa tiang. Desain kanopi tanpa tiang terkesan cerdik dan elegan.

Kanopi

Sumber: devconn.co

Agar tidak gelap, bahan penutupnya bisa menggunakan bahan tembus cahaya seperti Alderon (UPVC / Unplasticizide Polyvinyl Chloride)  atau polycarbonate.

Selain terang, penutup berbahan tembus cahaya dapat menciptakan kesan artistik dari bayangan struktur yang terkena cahaya. Garis-garis struktur baja ringan juga mempertegas kesan minimalis.

2.  Kanopi Kaca

Bahan kaca selain tembus cahaya, juga tampak elegan dan mudah dibersihkan. Sayangnya, kaca juga bersifat konduktor cahaya dan kurang baik mereduksi panas matahari.

Kanopi

Sumber: razode.com

Untuk mengurangi panas matahari, manfaatkan bilah-bilah kayu atau bambu yang diletakkan di atasnya. Selain agar lebih adem, bahan kayu atau bambu memberikan desain artistik dengan kesan alami dan menyatu dengan alam.

3. Kanopi Kantilever Modern Minimalis

Kini, teknik kantilever memudahkan berbagai desain bebas tiang. Desain kantilever menciptakan kesan modern, minimalis, dan elegan.

Kanopi

Sumber: verfachadasdecasas.com

Struktur baja ringan memungkinkan desain kantilever bentang panjang untuk carport ukuran 3 m x 4,5 m.  Selain tampak keren, kanopi tanpa tiang membuat carport lebih lega dan memudahkan keluar masuk kendaraan, tanpa takut menabrak tiang.

4. Kanopi Geometris

Perpaduan bentuk-bentuk geometris dengan garis-garis yang tegas menampilkan keindahan gaya arsitektur minimalis. Sebagai bagian eksterior bangunan, desain kanopi berperan sangat penting dan tak bisa dipisahkan. Desainnya yang menyatu dengan keseluruhan bangunan akan ikut mendukung penciptaan keindahan gaya arsitektur yang diusungnya.

Kanopi

Sumber: design-milk.com

Walau desainnya sederhana, bahan beton selain kuat juga menjadi perlambang dunia arsitektur modern minimalis dan kekokohan suatu desain. Desain yang menyerupai bingkai geometris, serasi dengan dua massa bangunan geometris yang saling menyatu dengan konsep “interlocking space”.

Posisi dan ukurannya menyatukan dan menyeimbangkan kedua massa bangunan. Massa bangunan bagian atas dengan porsi massa yang lebih besar dan menggantung, seolah ditopang oleh tiang kanopi yang lebih panjang dan ramping. Sedangkan massa bangunan yang lebih ramping di bagian agak belakang, diseimbangkan dengan tiang yang terlihat lebih pendek di atas pagar batas dengan rumah tetangga.

Massa bangunan yang besar dan hitam gelap terlihat berat, diseimbangi oleh warna kanopi yang putih dan terkesan ringan. Kesinambungan desainnya dengan desain rumah secara keseluruhan, menciptakan kesan rumah yang homey sejak tampilan eksteriornya.

5. Kanopi yang Menyatu dengan Atap

Desain atap yang terencana dengan matang dapat menjadi kanopi yang menaungi seluruh area di bawahnya, termasuk balkon, teras, dan carport.

Kanopi

Sumber: frankhouse.org

Sejak awal perancangan, rumah minimalis selalu mengoptimalkan fungsi semua elemennya, termasuk atap. Semua massa bangunan yang bernaung di bawahnya dapat terlindungi dengan baik.

Walau sederhana, hanya berupa sebuah bidang besar yang berada di bagian bangunan paling atas, atap sekaligus menjadi kanopi yang menaungi balkon di lantai dua, carport dan tangga masuk di lantai dasar.

Dari segi desain, bentuk atap mempertegas kesan minimalis, menyatu dan saling mendukung dengan garis-garis tiang, balok, kusen, dan bilah-bilah kayu pelapis dinding eksterior.

Dari segi ekonomis, atap yang sekaligus menjadi kanopi untuk keseluruhan bangunan, tentulah lebih hemat dibandingkan membangun kanopi khusus untuk tiap lantai.

6. Massa Bangunan sebagai Kanopi

Konsep minimalis yang cenderung menggelitik imajinasi dan kreativitas dalam memanfaatkan setiap elemen dengan cara yang paling cerdik, seringkali menelurkan karya-karya arsitektur unik fungsional yang sederhana namun indah.

Kanopi

Sumber: frankhouse.org

Konsepnya sederhana, menyatukan dua massa bangunan yang mewadahi ruang publik di bagian bawah dan ruang privat di bagian atas. Eksekusi desainnya juga terkesan sederhana, hanya menumpuk dua massa bangunan dengan ruang kosong di antaranya.

Ruang kosong di bawah massa bangunan kedua menjadi bagian dari lantai dasar dengan massa bangunan atas sebagai naungannya. Bagian depan massa bangunan atas lebih maju dan menjadi kanopi untuk teras di bawahnya.

Lagi-lagi konsep minimalis membuktikan “less is more” dan “beauty in simplicity”, menghasilkan desain yang sempurna mewadahi setiap kegiatan dalam cara paling sederhana yang cerdik.

Kanopi

Sumber: design-milk.com

Sebagai elemen yang menaungi area awal memasuki rumah, desain kanopi bukan sekedar perlindungan agar carport dan teras tidak kepanasan atau kehujanan, tetapi juga sebagai awal penciptaan suasana yang menghubungkan bagian luar dengan bagian dalam rumah.

Artikel Lainnya: 7 Tipe Plafon yang Bisa Membuat Rumah Lebih Nyaman

Nantikan artikel-artikel lainnya untuk mendapatkan berbagai ide desain yang sempurna. Lihat juga koleksi lemari pakaian dan kitchen set Furniterus dan konsultasikan desain idaman yang bisa di-custom sesuai keinginan dan kebutuhan.

Kanopi Homey untuk Rumah Minimalis

Kanopi, dalam dunia arsitektur berupa atap yang melindungi bagian luar bangunan dari panas matahari dan terpaan hujan. Sebagai bagian dari rumah, peran dan pengaruhnya sangat penting terutama di bagian eksterior.

Perancangannya harus diikutsertakan sejak awal perencanaan. Gaya, bahan, serta fungsinya harus disesuaikan dan menyatu dengan gaya desain bangunan secara keseluruhan.

Kanopi

Sumber: shirokoi.org

Sebagai pelindung dari panas, hujan, dan benda-benda yang mungkin jatuh dari atas, serta sebagai faktor estetika, desain kanopi yang baik juga harus serasi dengan rumah sekaligus menyatu dengan lingkungan sekitar. Berbagai kesan pun dapat ditampilkan dari gaya desainnya termasuk kesan homey untuk hunian minimalis.

1. Kanopi Baja Ringan

Baja ringan cukup kuat menahan beban dan dibuat kantilever bentang panjang. Keunggulan ini memungkinkan area desain yang cukup luas tanpa tiang. Desain kanopi tanpa tiang terkesan cerdik dan elegan.

Kanopi

Sumber: devconn.co

Agar tidak gelap, bahan penutupnya bisa menggunakan bahan tembus cahaya seperti Alderon (UPVC / Unplasticizide Polyvinyl Chloride)  atau polycarbonate.

Selain terang, penutup berbahan tembus cahaya dapat menciptakan kesan artistik dari bayangan struktur yang terkena cahaya. Garis-garis struktur baja ringan juga mempertegas kesan minimalis.

2.  Kanopi Kaca

Bahan kaca selain tembus cahaya, juga tampak elegan dan mudah dibersihkan. Sayangnya, kaca juga bersifat konduktor cahaya dan kurang baik mereduksi panas matahari.

Kanopi

Sumber: razode.com

Untuk mengurangi panas matahari, manfaatkan bilah-bilah kayu atau bambu yang diletakkan di atasnya. Selain agar lebih adem, bahan kayu atau bambu memberikan desain artistik dengan kesan alami dan menyatu dengan alam.

3. Kanopi Kantilever Modern Minimalis

Kini, teknik kantilever memudahkan berbagai desain bebas tiang. Desain kantilever menciptakan kesan modern, minimalis, dan elegan.

Kanopi

Sumber: verfachadasdecasas.com

Struktur baja ringan memungkinkan desain kantilever bentang panjang untuk carport ukuran 3 m x 4,5 m.  Selain tampak keren, kanopi tanpa tiang membuat carport lebih lega dan memudahkan keluar masuk kendaraan, tanpa takut menabrak tiang.

4. Kanopi Geometris

Perpaduan bentuk-bentuk geometris dengan garis-garis yang tegas menampilkan keindahan gaya arsitektur minimalis. Sebagai bagian eksterior bangunan, desain kanopi berperan sangat penting dan tak bisa dipisahkan. Desainnya yang menyatu dengan keseluruhan bangunan akan ikut mendukung penciptaan keindahan gaya arsitektur yang diusungnya.

Kanopi

Sumber: design-milk.com

Walau desainnya sederhana, bahan beton selain kuat juga menjadi perlambang dunia arsitektur modern minimalis dan kekokohan suatu desain. Desain yang menyerupai bingkai geometris, serasi dengan dua massa bangunan geometris yang saling menyatu dengan konsep “interlocking space”.

Posisi dan ukurannya menyatukan dan menyeimbangkan kedua massa bangunan. Massa bangunan bagian atas dengan porsi massa yang lebih besar dan menggantung, seolah ditopang oleh tiang kanopi yang lebih panjang dan ramping. Sedangkan massa bangunan yang lebih ramping di bagian agak belakang, diseimbangkan dengan tiang yang terlihat lebih pendek di atas pagar batas dengan rumah tetangga.

Massa bangunan yang besar dan hitam gelap terlihat berat, diseimbangi oleh warna kanopi yang putih dan terkesan ringan. Kesinambungan desainnya dengan desain rumah secara keseluruhan, menciptakan kesan rumah yang homey sejak tampilan eksteriornya.

5. Kanopi yang Menyatu dengan Atap

Desain atap yang terencana dengan matang dapat menjadi kanopi yang menaungi seluruh area di bawahnya, termasuk balkon, teras, dan carport.

Kanopi

Sumber: frankhouse.org

Sejak awal perancangan, rumah minimalis selalu mengoptimalkan fungsi semua elemennya, termasuk atap. Semua massa bangunan yang bernaung di bawahnya dapat terlindungi dengan baik.

Walau sederhana, hanya berupa sebuah bidang besar yang berada di bagian bangunan paling atas, atap sekaligus menjadi kanopi yang menaungi balkon di lantai dua, carport dan tangga masuk di lantai dasar.

Dari segi desain, bentuk atap mempertegas kesan minimalis, menyatu dan saling mendukung dengan garis-garis tiang, balok, kusen, dan bilah-bilah kayu pelapis dinding eksterior.

Dari segi ekonomis, atap yang sekaligus menjadi kanopi untuk keseluruhan bangunan, tentulah lebih hemat dibandingkan membangun kanopi khusus untuk tiap lantai.

6. Massa Bangunan sebagai Kanopi

Konsep minimalis yang cenderung menggelitik imajinasi dan kreativitas dalam memanfaatkan setiap elemen dengan cara yang paling cerdik, seringkali menelurkan karya-karya arsitektur unik fungsional yang sederhana namun indah.

Kanopi

Sumber: frankhouse.org

Konsepnya sederhana, menyatukan dua massa bangunan yang mewadahi ruang publik di bagian bawah dan ruang privat di bagian atas. Eksekusi desainnya juga terkesan sederhana, hanya menumpuk dua massa bangunan dengan ruang kosong di antaranya.

Ruang kosong di bawah massa bangunan kedua menjadi bagian dari lantai dasar dengan massa bangunan atas sebagai naungannya. Bagian depan massa bangunan atas lebih maju dan menjadi kanopi untuk teras di bawahnya.

Lagi-lagi konsep minimalis membuktikan “less is more” dan “beauty in simplicity”, menghasilkan desain yang sempurna mewadahi setiap kegiatan dalam cara paling sederhana yang cerdik.

Kanopi

Sumber: design-milk.com

Sebagai elemen yang menaungi area awal memasuki rumah, desain kanopi bukan sekedar perlindungan agar carport dan teras tidak kepanasan atau kehujanan, tetapi juga sebagai awal penciptaan suasana yang menghubungkan bagian luar dengan bagian dalam rumah.

Artikel Lainnya: 7 Tipe Plafon yang Bisa Membuat Rumah Lebih Nyaman

Nantikan artikel-artikel lainnya untuk mendapatkan berbagai ide desain yang sempurna. Lihat juga koleksi lemari pakaian dan kitchen set Furniterus dan konsultasikan desain idaman yang bisa di-custom sesuai keinginan dan kebutuhan.

Artikel Lainnya
By |Desember 10th, 2018|

Leave A Comment