5 Jenis Material Pembuat Furnitur Berbahan Dasar Kayu

Sewaktu ingin membuat/membeli sebuah furnitur, umumnya produsen/penjual akan menanyakan perihal material dasarnya. Nah, hal ini biasanya akan membuat kita sebagai konsumen bingung dalam memutuskan pilihan. Nyatanya, memang mayoritas dari kita tidak benar-benar paham jenis material apa saja yang digunakan pada furnitur. Kebanyakan hanya tahu bahwa bahan dasar dari furniture yang digunakan adalah kayu. Padahal, banyak sekali jenis dan macam olahan kayu yang dipakai untuk membuat 1 unit furnitur, lho.

Coba saja perhatikan furnitur di sekelilingmu. Mulai dari lemari, kursi, meja, TV cabinet, dan masih banyak lagi. Semuanya menggunakan olahan kayu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk mengenal berbagai jenis material furnitur beserta karakteristiknya. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Ada banyak sekali jenis papan kayu yang umumnya digunakan sebagai material dasar, seperti multipleks/plywood, MDF, particle board, dan masih banyak lagi.

1. Kayu Solid – Kayu Utuh

Sama dengan namanya, kayu solid menggunakan bahan baku kayu utuh. Maka dari itu, jenis kayu ini lebih kuat dan kokoh dibanding kayu olahan. Hal ini tentu berbanding lurus dengan kualitasnya, harga kayu solid dapat dikatakan sangat mahal. Ini dikarenakan kayu solid memiliki treatment khusus, seperti sambungan antar kayu, bentuk, ukiran, serta finishing yang digunakan.

Furnitur

Sumber: royomartin.com

Ada banyak kayu solid yang umum digunakan untuk membuat furnitur, seperti kayu jati, nyatoh, pinus, mindi, sungkai, dan sebagainya. Berbeda jenis kayu, berbeda pula karakter dan treatment-nya. Sebagai contoh, kayu jati mempunyai serat yang besar dan menawan, hingga nampak elok untuk ditonjolkan, juga tahan terhadap cuaca maupun rayap. Dengan kualitas demikian, harga pasarannya dibandrol cukup tinggi, sehingga sering digunakan untuk furniture mewah atau ekspor.

Sedangkan, kayu pinus merupakan kayu dengan kandungan minyak yang banyak. Karakter kayu ini kurang cocok dijadikan furnitur dengan ukiran berlebih, atau sambungan antar kayu yang terlalu banyak. Maka, jika kamu memutuskan untuk membuat furnitur dengan bahan dasar kayu solid, penting untuk mengetahui terlebih dahulu karakter kayu yang akan digunakan.

Banyak orang menganggap kayu solid bisa bertahan lama, dan memiliki material yang padat. Dengan demikian, kayu jenis ini mudah diberi detail tambahan sebagai hiasan. Padahal, sepanjang penggunaannya, kayu solid juga tetap akan mengalami pemuaian dan penyusutan, yang akan berpengaruh pada ukurannya. Beberapa jenis kayu solid justru lebih rentan terhadap rayap (menyebabkan kayu keropos karena banyak mengeluarkan bubuk kayu) jika tidak dilakukan pencegahan dengan benar.

2. Kayu Lapis (Plywood)

Kayu lapis (plywood) merupakan hasil dari sisa-sisa kayu, berupa beberapa lembaran yang direkatkan menjadi satu. Plywood sering digunakan untuk membuat meja, lemari pakaian, kitchen set, meja, rak buku, hingga tempat tidur.

Furnitur

Sumber: buildersemporium.co.uk

Kayu lapis ini memiliki beberapa jenis ketebalan, yang menjadi penentu kekuatan furniture tersebut. Kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu dikenal dengan sebutan tripleks. Sedangkan, jika lebih dari tiga lembar, disebut multipleks. Harga plywood ini jelas lebih terjangkau daripada kayu solid.

Plywood merupakan kombinasi lapisan serat dan kulit kayu. Lapisan bagian permukaan luar lebih kuat dibanding lapisan tengah, yang memiliki fungsi untuk mengurangi pemuaian dan tekanan tekuk. Sambungan yang digunakan pada plywood jauh berbeda dengan sambungan pada kayu solid. Plywood juga merupakan jenis yang rentan terhadap panas yang menyebabkan material ini mudah ditekuk, dibanding kayu solid. Dengan begitu, jenis material ini dapat dijadikan furnitur yang lebih eksploratif, seperti furniture yang melengkung.

Beberapa kelebihan yang kamu nikmati jika memilih material ini adalah cukup kokoh sebagai rangka utama furniture. Kekurangannya, ada beberapa plywood yang tidak memiliki permukaan halus, tapi bergelombang. Selain itu, sambungan pada plywood, mengharuskan material ini untuk menggunakan jenis paku tembak atau paku besi agar dapat digabungkan.

3. Teakblock

Teakblock merupakan salah satu dari kelompok multipleks yang sering digunakan di industri mebel di Indonesia. Jenis ini memiliki lapisan luar kayu jati, dan lapisan dalamnya merupakan kayu lunak.

Sumber: futonland.com

Untuk soal harga, bisa dikatakan teakblock cukup terjangkau sehingga banyak digunakan para pengrajin. Jika memilih material ini, kamu wajib berhati-hati, karena pada lapisan dalamnya terdapat rongga di antara potongan kayu. Hal ini akan melemahkannya ketika dipasang paku.

4. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF terbentuk dari serat dan serbuk kayu halus yang dipadatkan, lalu di-press dengan suhu tekanan tinggi, serta bantuan resin dalam prosesnya. Harganya jelas lebih murah karena berbahan dasar sisa-sisa kayu. Kayu MDF merupakan material kayu olahan yang tidak tahan air dan lembab. Oleh sebab itu, jika kamu tinggal di daerah yang kelembapannya tinggi, sebaiknya tidak menggunakan kayu jenis ini.

Furnitur

Sumber: indiamart.com

Kelebihannya, MDF memiliki permukaan yang halus, rata, dan tidak berpori. Ini membuat proses finishing menjadi lebih praktis dibandingkan jenis kayu yang lain. Sifatnya juga fleksibel dan mudah ditekuk, serta memiliki presisi ketebalan material yang bagus. Furniture mass-production dengan sistem knock-down sering menggunakan MDF guna menekan biaya. Selain itu, juga akan memudahkan pemasangan serta pengiriman. Kekurangannya, MDF mengandung bahan kimia yang akan cukup menggangu orang dengan alergi atau gangguan pernafasan.

5. Particle board

Particle board merupakan papan material kayu yang terbuat dari partikel-partikel sisa serbuk gergaji, yang dipadatkan melalui proses kimia dan di-press dengan tekanan tinggi. Mirip dengan MDF, tapi yang membedakan adalah bahan yang digunakan. Untuk particle board, bahannya lebih kasar, sedangkan bahan yang digunakan MDF lebih halus dan padat.

Furnitur

Sumber: wikipedia.com

Harga material ini paling murah dibandingkan jenis lainnya. Namun, kelemahannya adalah material ini sangat rentan ditumbuhi jamur, sehingga tidak cocok ditempatkan pada ruangan yang lembab. Particle board yang terkena air akan sulit, atau bahkan tidak bisa digunakan lagi. Itulah mengapa furnitur dengan material jenis ini finishing-nya haruslah sangat baik agar kemungkinan masuknya air sangat kecil. Selain itu, kekuatannya tidak begitu baik, sehingga tidak mampu menahan beban terlalu berat.

Banyak produsen furniture yang menggunakan bahan ini sebagai rangka furnitur.  Selain karena harga material dasarnya lebih murah, proses finishing menggunakan veneersheet mampu menekan harga penjualan furnitur tersebut (jika dibandingkan furnitur rangka MDF atau plywood/multipleks).

Jadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih material berbahan dasar kayu untuk dijadikan furniture, yaitu:

  1. Karakteristik material
  2. Bentuk furniture
  3. Fungsi furniture, misalnya untuk kitchen set, meja, lemari, dan lainnya
  4. pH ruangan
  5. Finishing

Artikel Lainnya: Lantai Vinyl, Pilihan Material Selain Keramik untuk Desain yang Unik

Bagaimana, apa kamu sudah cukup mengerti material pembuat furniture di sekitarmu? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya! Yuk kita tambahan terus tips-tips terbaru dengan berbagai artikel seru hanya di Furniterus.

5 Jenis Material Pembuat Furnitur Berbahan Dasar Kayu

Sewaktu ingin membuat/membeli sebuah furnitur, umumnya produsen/penjual akan menanyakan perihal material dasarnya. Nah, hal ini biasanya akan membuat kita sebagai konsumen bingung dalam memutuskan pilihan. Nyatanya, memang mayoritas dari kita tidak benar-benar paham jenis material apa saja yang digunakan pada furnitur. Kebanyakan hanya tahu bahwa bahan dasar dari furniture yang digunakan adalah kayu. Padahal, banyak sekali jenis dan macam olahan kayu yang dipakai untuk membuat 1 unit furnitur, lho.

Coba saja perhatikan furnitur di sekelilingmu. Mulai dari lemari, kursi, meja, TV cabinet, dan masih banyak lagi. Semuanya menggunakan olahan kayu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk mengenal berbagai jenis material furnitur beserta karakteristiknya. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Ada banyak sekali jenis papan kayu yang umumnya digunakan sebagai material dasar, seperti multipleks/plywood, MDF, particle board, dan masih banyak lagi.

1. Kayu Solid – Kayu Utuh

Sama dengan namanya, kayu solid menggunakan bahan baku kayu utuh. Maka dari itu, jenis kayu ini lebih kuat dan kokoh dibanding kayu olahan. Hal ini tentu berbanding lurus dengan kualitasnya, harga kayu solid dapat dikatakan sangat mahal. Ini dikarenakan kayu solid memiliki treatment khusus, seperti sambungan antar kayu, bentuk, ukiran, serta finishing yang digunakan.

Furnitur

Sumber: royomartin.com

Ada banyak kayu solid yang umum digunakan untuk membuat furnitur, seperti kayu jati, nyatoh, pinus, mindi, sungkai, dan sebagainya. Berbeda jenis kayu, berbeda pula karakter dan treatment-nya. Sebagai contoh, kayu jati mempunyai serat yang besar dan menawan, hingga nampak elok untuk ditonjolkan, juga tahan terhadap cuaca maupun rayap. Dengan kualitas demikian, harga pasarannya dibandrol cukup tinggi, sehingga sering digunakan untuk furniture mewah atau ekspor.

Sedangkan, kayu pinus merupakan kayu dengan kandungan minyak yang banyak. Karakter kayu ini kurang cocok dijadikan furnitur dengan ukiran berlebih, atau sambungan antar kayu yang terlalu banyak. Maka, jika kamu memutuskan untuk membuat furnitur dengan bahan dasar kayu solid, penting untuk mengetahui terlebih dahulu karakter kayu yang akan digunakan.

Banyak orang menganggap kayu solid bisa bertahan lama, dan memiliki material yang padat. Dengan demikian, kayu jenis ini mudah diberi detail tambahan sebagai hiasan. Padahal, sepanjang penggunaannya, kayu solid juga tetap akan mengalami pemuaian dan penyusutan, yang akan berpengaruh pada ukurannya. Beberapa jenis kayu solid justru lebih rentan terhadap rayap (menyebabkan kayu keropos karena banyak mengeluarkan bubuk kayu) jika tidak dilakukan pencegahan dengan benar.

2. Kayu Lapis (Plywood)

Kayu lapis (plywood) merupakan hasil dari sisa-sisa kayu, berupa beberapa lembaran yang direkatkan menjadi satu. Plywood sering digunakan untuk membuat meja, lemari pakaian, kitchen set, meja, rak buku, hingga tempat tidur.

Furnitur

Sumber: buildersemporium.co.uk

Kayu lapis ini memiliki beberapa jenis ketebalan, yang menjadi penentu kekuatan furniture tersebut. Kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu dikenal dengan sebutan tripleks. Sedangkan, jika lebih dari tiga lembar, disebut multipleks. Harga plywood ini jelas lebih terjangkau daripada kayu solid.

Plywood merupakan kombinasi lapisan serat dan kulit kayu. Lapisan bagian permukaan luar lebih kuat dibanding lapisan tengah, yang memiliki fungsi untuk mengurangi pemuaian dan tekanan tekuk. Sambungan yang digunakan pada plywood jauh berbeda dengan sambungan pada kayu solid. Plywood juga merupakan jenis yang rentan terhadap panas yang menyebabkan material ini mudah ditekuk, dibanding kayu solid. Dengan begitu, jenis material ini dapat dijadikan furnitur yang lebih eksploratif, seperti furniture yang melengkung.

Beberapa kelebihan yang kamu nikmati jika memilih material ini adalah cukup kokoh sebagai rangka utama furniture. Kekurangannya, ada beberapa plywood yang tidak memiliki permukaan halus, tapi bergelombang. Selain itu, sambungan pada plywood, mengharuskan material ini untuk menggunakan jenis paku tembak atau paku besi agar dapat digabungkan.

3. Teakblock

Teakblock merupakan salah satu dari kelompok multipleks yang sering digunakan di industri mebel di Indonesia. Jenis ini memiliki lapisan luar kayu jati, dan lapisan dalamnya merupakan kayu lunak.

Sumber: futonland.com

Untuk soal harga, bisa dikatakan teakblock cukup terjangkau sehingga banyak digunakan para pengrajin. Jika memilih material ini, kamu wajib berhati-hati, karena pada lapisan dalamnya terdapat rongga di antara potongan kayu. Hal ini akan melemahkannya ketika dipasang paku.

4. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF terbentuk dari serat dan serbuk kayu halus yang dipadatkan, lalu di-press dengan suhu tekanan tinggi, serta bantuan resin dalam prosesnya. Harganya jelas lebih murah karena berbahan dasar sisa-sisa kayu. Kayu MDF merupakan material kayu olahan yang tidak tahan air dan lembab. Oleh sebab itu, jika kamu tinggal di daerah yang kelembapannya tinggi, sebaiknya tidak menggunakan kayu jenis ini.

Furnitur

Sumber: indiamart.com

Kelebihannya, MDF memiliki permukaan yang halus, rata, dan tidak berpori. Ini membuat proses finishing menjadi lebih praktis dibandingkan jenis kayu yang lain. Sifatnya juga fleksibel dan mudah ditekuk, serta memiliki presisi ketebalan material yang bagus. Furniture mass-production dengan sistem knock-down sering menggunakan MDF guna menekan biaya. Selain itu, juga akan memudahkan pemasangan serta pengiriman. Kekurangannya, MDF mengandung bahan kimia yang akan cukup menggangu orang dengan alergi atau gangguan pernafasan.

5. Particle board

Particle board merupakan papan material kayu yang terbuat dari partikel-partikel sisa serbuk gergaji, yang dipadatkan melalui proses kimia dan di-press dengan tekanan tinggi. Mirip dengan MDF, tapi yang membedakan adalah bahan yang digunakan. Untuk particle board, bahannya lebih kasar, sedangkan bahan yang digunakan MDF lebih halus dan padat.

Furnitur

Sumber: wikipedia.com

Harga material ini paling murah dibandingkan jenis lainnya. Namun, kelemahannya adalah material ini sangat rentan ditumbuhi jamur, sehingga tidak cocok ditempatkan pada ruangan yang lembab. Particle board yang terkena air akan sulit, atau bahkan tidak bisa digunakan lagi. Itulah mengapa furnitur dengan material jenis ini finishing-nya haruslah sangat baik agar kemungkinan masuknya air sangat kecil. Selain itu, kekuatannya tidak begitu baik, sehingga tidak mampu menahan beban terlalu berat.

Banyak produsen furniture yang menggunakan bahan ini sebagai rangka furnitur.  Selain karena harga material dasarnya lebih murah, proses finishing menggunakan veneersheet mampu menekan harga penjualan furnitur tersebut (jika dibandingkan furnitur rangka MDF atau plywood/multipleks).

Jadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih material berbahan dasar kayu untuk dijadikan furniture, yaitu:

  1. Karakteristik material
  2. Bentuk furniture
  3. Fungsi furniture, misalnya untuk kitchen set, meja, lemari, dan lainnya
  4. pH ruangan
  5. Finishing

Artikel Lainnya: Lantai Vinyl, Pilihan Material Selain Keramik untuk Desain yang Unik

Bagaimana, apa kamu sudah cukup mengerti material pembuat furniture di sekitarmu? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya! Yuk kita tambahan terus tips-tips terbaru dengan berbagai artikel seru hanya di Furniterus.

5 Jenis Material Pembuat Furnitur Berbahan Dasar Kayu

Sewaktu ingin membuat/membeli sebuah furnitur, umumnya produsen/penjual akan menanyakan perihal material dasarnya. Nah, hal ini biasanya akan membuat kita sebagai konsumen bingung dalam memutuskan pilihan. Nyatanya, memang mayoritas dari kita tidak benar-benar paham jenis material apa saja yang digunakan pada furnitur. Kebanyakan hanya tahu bahwa bahan dasar dari furniture yang digunakan adalah kayu. Padahal, banyak sekali jenis dan macam olahan kayu yang dipakai untuk membuat 1 unit furnitur, lho.

Coba saja perhatikan furnitur di sekelilingmu. Mulai dari lemari, kursi, meja, TV cabinet, dan masih banyak lagi. Semuanya menggunakan olahan kayu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk mengenal berbagai jenis material furnitur beserta karakteristiknya. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Ada banyak sekali jenis papan kayu yang umumnya digunakan sebagai material dasar, seperti multipleks/plywood, MDF, particle board, dan masih banyak lagi.

1. Kayu Solid – Kayu Utuh

Sama dengan namanya, kayu solid menggunakan bahan baku kayu utuh. Maka dari itu, jenis kayu ini lebih kuat dan kokoh dibanding kayu olahan. Hal ini tentu berbanding lurus dengan kualitasnya, harga kayu solid dapat dikatakan sangat mahal. Ini dikarenakan kayu solid memiliki treatment khusus, seperti sambungan antar kayu, bentuk, ukiran, serta finishing yang digunakan.

Furnitur

Sumber: royomartin.com

Ada banyak kayu solid yang umum digunakan untuk membuat furnitur, seperti kayu jati, nyatoh, pinus, mindi, sungkai, dan sebagainya. Berbeda jenis kayu, berbeda pula karakter dan treatment-nya. Sebagai contoh, kayu jati mempunyai serat yang besar dan menawan, hingga nampak elok untuk ditonjolkan, juga tahan terhadap cuaca maupun rayap. Dengan kualitas demikian, harga pasarannya dibandrol cukup tinggi, sehingga sering digunakan untuk furniture mewah atau ekspor.

Sedangkan, kayu pinus merupakan kayu dengan kandungan minyak yang banyak. Karakter kayu ini kurang cocok dijadikan furnitur dengan ukiran berlebih, atau sambungan antar kayu yang terlalu banyak. Maka, jika kamu memutuskan untuk membuat furnitur dengan bahan dasar kayu solid, penting untuk mengetahui terlebih dahulu karakter kayu yang akan digunakan.

Banyak orang menganggap kayu solid bisa bertahan lama, dan memiliki material yang padat. Dengan demikian, kayu jenis ini mudah diberi detail tambahan sebagai hiasan. Padahal, sepanjang penggunaannya, kayu solid juga tetap akan mengalami pemuaian dan penyusutan, yang akan berpengaruh pada ukurannya. Beberapa jenis kayu solid justru lebih rentan terhadap rayap (menyebabkan kayu keropos karena banyak mengeluarkan bubuk kayu) jika tidak dilakukan pencegahan dengan benar.

2. Kayu Lapis (Plywood)

Kayu lapis (plywood) merupakan hasil dari sisa-sisa kayu, berupa beberapa lembaran yang direkatkan menjadi satu. Plywood sering digunakan untuk membuat meja, lemari pakaian, kitchen set, meja, rak buku, hingga tempat tidur.

Furnitur

Sumber: buildersemporium.co.uk

Kayu lapis ini memiliki beberapa jenis ketebalan, yang menjadi penentu kekuatan furniture tersebut. Kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu dikenal dengan sebutan tripleks. Sedangkan, jika lebih dari tiga lembar, disebut multipleks. Harga plywood ini jelas lebih terjangkau daripada kayu solid.

Plywood merupakan kombinasi lapisan serat dan kulit kayu. Lapisan bagian permukaan luar lebih kuat dibanding lapisan tengah, yang memiliki fungsi untuk mengurangi pemuaian dan tekanan tekuk. Sambungan yang digunakan pada plywood jauh berbeda dengan sambungan pada kayu solid. Plywood juga merupakan jenis yang rentan terhadap panas yang menyebabkan material ini mudah ditekuk, dibanding kayu solid. Dengan begitu, jenis material ini dapat dijadikan furnitur yang lebih eksploratif, seperti furniture yang melengkung.

Beberapa kelebihan yang kamu nikmati jika memilih material ini adalah cukup kokoh sebagai rangka utama furniture. Kekurangannya, ada beberapa plywood yang tidak memiliki permukaan halus, tapi bergelombang. Selain itu, sambungan pada plywood, mengharuskan material ini untuk menggunakan jenis paku tembak atau paku besi agar dapat digabungkan.

3. Teakblock

Teakblock merupakan salah satu dari kelompok multipleks yang sering digunakan di industri mebel di Indonesia. Jenis ini memiliki lapisan luar kayu jati, dan lapisan dalamnya merupakan kayu lunak.

Sumber: futonland.com

Untuk soal harga, bisa dikatakan teakblock cukup terjangkau sehingga banyak digunakan para pengrajin. Jika memilih material ini, kamu wajib berhati-hati, karena pada lapisan dalamnya terdapat rongga di antara potongan kayu. Hal ini akan melemahkannya ketika dipasang paku.

4. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF terbentuk dari serat dan serbuk kayu halus yang dipadatkan, lalu di-press dengan suhu tekanan tinggi, serta bantuan resin dalam prosesnya. Harganya jelas lebih murah karena berbahan dasar sisa-sisa kayu. Kayu MDF merupakan material kayu olahan yang tidak tahan air dan lembab. Oleh sebab itu, jika kamu tinggal di daerah yang kelembapannya tinggi, sebaiknya tidak menggunakan kayu jenis ini.

Furnitur

Sumber: indiamart.com

Kelebihannya, MDF memiliki permukaan yang halus, rata, dan tidak berpori. Ini membuat proses finishing menjadi lebih praktis dibandingkan jenis kayu yang lain. Sifatnya juga fleksibel dan mudah ditekuk, serta memiliki presisi ketebalan material yang bagus. Furniture mass-production dengan sistem knock-down sering menggunakan MDF guna menekan biaya. Selain itu, juga akan memudahkan pemasangan serta pengiriman. Kekurangannya, MDF mengandung bahan kimia yang akan cukup menggangu orang dengan alergi atau gangguan pernafasan.

5. Particle board

Particle board merupakan papan material kayu yang terbuat dari partikel-partikel sisa serbuk gergaji, yang dipadatkan melalui proses kimia dan di-press dengan tekanan tinggi. Mirip dengan MDF, tapi yang membedakan adalah bahan yang digunakan. Untuk particle board, bahannya lebih kasar, sedangkan bahan yang digunakan MDF lebih halus dan padat.

Furnitur

Sumber: wikipedia.com

Harga material ini paling murah dibandingkan jenis lainnya. Namun, kelemahannya adalah material ini sangat rentan ditumbuhi jamur, sehingga tidak cocok ditempatkan pada ruangan yang lembab. Particle board yang terkena air akan sulit, atau bahkan tidak bisa digunakan lagi. Itulah mengapa furnitur dengan material jenis ini finishing-nya haruslah sangat baik agar kemungkinan masuknya air sangat kecil. Selain itu, kekuatannya tidak begitu baik, sehingga tidak mampu menahan beban terlalu berat.

Banyak produsen furniture yang menggunakan bahan ini sebagai rangka furnitur.  Selain karena harga material dasarnya lebih murah, proses finishing menggunakan veneersheet mampu menekan harga penjualan furnitur tersebut (jika dibandingkan furnitur rangka MDF atau plywood/multipleks).

Jadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih material berbahan dasar kayu untuk dijadikan furniture, yaitu:

  1. Karakteristik material
  2. Bentuk furniture
  3. Fungsi furniture, misalnya untuk kitchen set, meja, lemari, dan lainnya
  4. pH ruangan
  5. Finishing

Artikel Lainnya: Lantai Vinyl, Pilihan Material Selain Keramik untuk Desain yang Unik

Bagaimana, apa kamu sudah cukup mengerti material pembuat furniture di sekitarmu? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya! Yuk kita tambahan terus tips-tips terbaru dengan berbagai artikel seru hanya di Furniterus.

Artikel Lainnya
By |Juli 30th, 2018|

Leave A Comment