Jangan Salah! Ini Cara Memilih Warna Lampu Rumah yang Tepat

Warna lampu rumah akan sangat berpengaruh dalam memberikan efek langsung pada ruangan. Warna cahaya ini akan mempengaruhi penghuni rumah secara psikologis. Cahaya kuning akan cenderung memberikan kesan teduh dan hangat karena warnanya yang lebih lembut di mata. Sementara itu, cahaya putih akan memberikan kesan lebih kuat dan bersih. Pemilihan warna lampu ini akan berdampak pada kenyamanan dan peningkatan mood penghuninya. Maka dari itu, proses pemilihan lampu sendiri merupakan proses penting yang nggak bisa disepelekan.

Warna lampu rumah

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, setiap warna lampu akan menciptakan kesan dan nuansa tersendiri pada ruangan. Yuk, kenali terlebih dahulu tiga warna lampu yang umum digunakan di rumah-rumah Indonesia.

1. Kuning

warna lampu rumah

Sumber: remingtonlights.com

Gunakan warna ini pada pintu masuk, ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar mandi. Sinar lampu kuning mampu merangsang penghuninya untuk beraktivitas. Semakin kuat warna kuning, maka akan semakin atraktif pula mood berdasarkan sudut psikologi manusia.

2. Putih

Sumber: renovationrepublic.com.au

Gunakan warna ini untuk menghadirkan kesan ceria pada ruang keluarga, ruang tamu, atau ruang kerja. Namun ada hal yang perlu diingat bahwa cahaya putih yang terlalu terang akan berisiko menyilaukan mata. Solusinya, kamu bisa mencoba untuk mengimbanginya dengan lampu berwarna putih susu.

3. Putih kebiruan

Sumber: pinterest.com

Tahukah kamu, jika lampu berwarna putih kebiruan terbukti mampu membuat orang rileks dan cepat mengantuk? So, untuk kualitas tidur yang lebih baik, kamu bisa menggunakan jenis lampu tidur ini pada ruang keluarga atau ruang tidur.

Cara memilih warna lampu rumah

1. Sesuaikan dengan konsep ruang

Sumber: marianahome.com

Apa pun jenis lampunya, kamu harus menyesuaikannya terlebih dahulu dengan konsep ruangannya. Misalnya, ruang berkonsep minimalis akan lebih cocok menggunakan model lampu yang cenderung sederhana dengan pemilihan warna-warna yang kalem. Selain itu, ketahui juga kebutuhan pencahayaan ruang. Apakah berfungsi untuk penerangan plafon, hiasan, untuk bekerja, atau yang lainnya.

2. Rancang suasana berbeda untuk tiap ruang

Sumber: stereotypes.biz

Kamu perlu mengenal setidaknya tiga lapis fungsi pencahayaan pada ruang yaitu menciptakan kenyamanan penghuni, membentuk nuansa, serta menambah nilai estetika. Nah agar lebih mudah, kamu bisa memisahkan bagian ruang di dalam rumah terlebih dahulu sebelum kemudian memilih lampu yang sesuai dengan fungsi tersebut.

3. Ukuran dan kekuatan cahaya lampu

Sumber: store.horizon-lights.com.sg

Satuan kekuatan sumber cahaya lampu disebut dengan Lumen. Sebuah lampu dengan output Lumen yang sama, maka otomatis akan sama terangnya, terlepas dari warna cahaya kuning atau putih. Untuk ruangan berukuran kecil, tentu akan lebih cocok jika kamu menggunakan lampu berukuran kecil dengan kekuatan yang tidak terlalu tinggi. Tujuannya tentu untuk menghindari kesan sesak yang akan mempengaruhi psikologi kamu sebagai penghuni.

Intinya, pemilihan warna lampu rumah dapat disesuaikan dengan tujuannya. Jika kamu menyukai suasana yang serius dan dingin, kamu dapat memilih cahaya putih untuk rumah. Namun jika kamu suka dengan suasana yang santai dan hangat, pilihlah warna lampu kuning.

Konsep cahaya sesungguhnya meniru konsep alam untuk siang dan malam. Cahaya matahari berwarna putih di siang hari akan menyilaukan, sedangkan pada malam hari cahaya bulan dan bintang yang memancarkan sinar kuning lembut sangat cocok digunakan untuk beristirahat.

warna lampu rumah

Sumber: home-designing.com

Namun perlu diingat, tentunya suasana rumah tidak hanya dipengaruhi oleh pilihan warna lampu saja. Rancangan arsitektur, penataan ruang dan dekorasi interior lainnya pada rumah juga turut menentukan suasana keseluruhan yang ditampilkan. Sebagai contoh, rumah bergaya minimalis biasanya banyak menggunakan pilihan warna dingin seperti abu-abu, hitam, atau putih.

Didukung dengan penataan yang serba sederhana, rapi, teratur, dan bersih ruangan berkonsep minimalis kebanyakan menyajikan white space yang cukup luas dan terkesan dingin. Kesan dingin pada rumah berkonsep minimalis ini bisa kamu seimbangkan dengan pemilihan warna lampu. Jika ingin menciptakan suasana yang dingin dan sejuk, maka kamu dapat menggunakan lampu bercahaya putih. Sebaliknya, jika ingin menciptakan suasana rumah yang hangat, kamu bisa memilih lampu dengan cahaya kekuningan.

Bagaimana? Tentu kamu sudah tahu kan apa saja hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan hunian nyaman melalui pilihan lampu? Kira-kira akan memilih warna lampu rumah yang seperti apa nih?

Jangan Salah! Ini Cara Memilih Warna Lampu Rumah yang Tepat

Warna lampu rumah akan sangat berpengaruh dalam memberikan efek langsung pada ruangan. Warna cahaya ini akan mempengaruhi penghuni rumah secara psikologis. Cahaya kuning akan cenderung memberikan kesan teduh dan hangat karena warnanya yang lebih lembut di mata. Sementara itu, cahaya putih akan memberikan kesan lebih kuat dan bersih. Pemilihan warna lampu ini akan berdampak pada kenyamanan dan peningkatan mood penghuninya. Maka dari itu, proses pemilihan lampu sendiri merupakan proses penting yang nggak bisa disepelekan.

Warna lampu rumah

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, setiap warna lampu akan menciptakan kesan dan nuansa tersendiri pada ruangan. Yuk, kenali terlebih dahulu tiga warna lampu yang umum digunakan di rumah-rumah Indonesia.

1. Kuning

warna lampu rumah

Sumber: remingtonlights.com

Gunakan warna ini pada pintu masuk, ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar mandi. Sinar lampu kuning mampu merangsang penghuninya untuk beraktivitas. Semakin kuat warna kuning, maka akan semakin atraktif pula mood berdasarkan sudut psikologi manusia.

2. Putih

Sumber: renovationrepublic.com.au

Gunakan warna ini untuk menghadirkan kesan ceria pada ruang keluarga, ruang tamu, atau ruang kerja. Namun ada hal yang perlu diingat bahwa cahaya putih yang terlalu terang akan berisiko menyilaukan mata. Solusinya, kamu bisa mencoba untuk mengimbanginya dengan lampu berwarna putih susu.

3. Putih kebiruan

Sumber: pinterest.com

Tahukah kamu, jika lampu berwarna putih kebiruan terbukti mampu membuat orang rileks dan cepat mengantuk? So, untuk kualitas tidur yang lebih baik, kamu bisa menggunakan jenis lampu tidur ini pada ruang keluarga atau ruang tidur.

Cara memilih warna lampu rumah

1. Sesuaikan dengan konsep ruang

Sumber: marianahome.com

Apa pun jenis lampunya, kamu harus menyesuaikannya terlebih dahulu dengan konsep ruangannya. Misalnya, ruang berkonsep minimalis akan lebih cocok menggunakan model lampu yang cenderung sederhana dengan pemilihan warna-warna yang kalem. Selain itu, ketahui juga kebutuhan pencahayaan ruang. Apakah berfungsi untuk penerangan plafon, hiasan, untuk bekerja, atau yang lainnya.

2. Rancang suasana berbeda untuk tiap ruang

Sumber: stereotypes.biz

Kamu perlu mengenal setidaknya tiga lapis fungsi pencahayaan pada ruang yaitu menciptakan kenyamanan penghuni, membentuk nuansa, serta menambah nilai estetika. Nah agar lebih mudah, kamu bisa memisahkan bagian ruang di dalam rumah terlebih dahulu sebelum kemudian memilih lampu yang sesuai dengan fungsi tersebut.

3. Ukuran dan kekuatan cahaya lampu

Sumber: store.horizon-lights.com.sg

Satuan kekuatan sumber cahaya lampu disebut dengan Lumen. Sebuah lampu dengan output Lumen yang sama, maka otomatis akan sama terangnya, terlepas dari warna cahaya kuning atau putih. Untuk ruangan berukuran kecil, tentu akan lebih cocok jika kamu menggunakan lampu berukuran kecil dengan kekuatan yang tidak terlalu tinggi. Tujuannya tentu untuk menghindari kesan sesak yang akan mempengaruhi psikologi kamu sebagai penghuni.

Intinya, pemilihan warna lampu rumah dapat disesuaikan dengan tujuannya. Jika kamu menyukai suasana yang serius dan dingin, kamu dapat memilih cahaya putih untuk rumah. Namun jika kamu suka dengan suasana yang santai dan hangat, pilihlah warna lampu kuning.

Konsep cahaya sesungguhnya meniru konsep alam untuk siang dan malam. Cahaya matahari berwarna putih di siang hari akan menyilaukan, sedangkan pada malam hari cahaya bulan dan bintang yang memancarkan sinar kuning lembut sangat cocok digunakan untuk beristirahat.

warna lampu rumah

Sumber: home-designing.com

Namun perlu diingat, tentunya suasana rumah tidak hanya dipengaruhi oleh pilihan warna lampu saja. Rancangan arsitektur, penataan ruang dan dekorasi interior lainnya pada rumah juga turut menentukan suasana keseluruhan yang ditampilkan. Sebagai contoh, rumah bergaya minimalis biasanya banyak menggunakan pilihan warna dingin seperti abu-abu, hitam, atau putih.

Didukung dengan penataan yang serba sederhana, rapi, teratur, dan bersih ruangan berkonsep minimalis kebanyakan menyajikan white space yang cukup luas dan terkesan dingin. Kesan dingin pada rumah berkonsep minimalis ini bisa kamu seimbangkan dengan pemilihan warna lampu. Jika ingin menciptakan suasana yang dingin dan sejuk, maka kamu dapat menggunakan lampu bercahaya putih. Sebaliknya, jika ingin menciptakan suasana rumah yang hangat, kamu bisa memilih lampu dengan cahaya kekuningan.

Bagaimana? Tentu kamu sudah tahu kan apa saja hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan hunian nyaman melalui pilihan lampu? Kira-kira akan memilih warna lampu rumah yang seperti apa nih?

Jangan Salah! Ini Cara Memilih Warna Lampu Rumah yang Tepat

Warna lampu rumah akan sangat berpengaruh dalam memberikan efek langsung pada ruangan. Warna cahaya ini akan mempengaruhi penghuni rumah secara psikologis. Cahaya kuning akan cenderung memberikan kesan teduh dan hangat karena warnanya yang lebih lembut di mata. Sementara itu, cahaya putih akan memberikan kesan lebih kuat dan bersih. Pemilihan warna lampu ini akan berdampak pada kenyamanan dan peningkatan mood penghuninya. Maka dari itu, proses pemilihan lampu sendiri merupakan proses penting yang nggak bisa disepelekan.

Warna lampu rumah

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, setiap warna lampu akan menciptakan kesan dan nuansa tersendiri pada ruangan. Yuk, kenali terlebih dahulu tiga warna lampu yang umum digunakan di rumah-rumah Indonesia.

1. Kuning

warna lampu rumah

Sumber: remingtonlights.com

Gunakan warna ini pada pintu masuk, ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar mandi. Sinar lampu kuning mampu merangsang penghuninya untuk beraktivitas. Semakin kuat warna kuning, maka akan semakin atraktif pula mood berdasarkan sudut psikologi manusia.

2. Putih

Sumber: renovationrepublic.com.au

Gunakan warna ini untuk menghadirkan kesan ceria pada ruang keluarga, ruang tamu, atau ruang kerja. Namun ada hal yang perlu diingat bahwa cahaya putih yang terlalu terang akan berisiko menyilaukan mata. Solusinya, kamu bisa mencoba untuk mengimbanginya dengan lampu berwarna putih susu.

3. Putih kebiruan

Sumber: pinterest.com

Tahukah kamu, jika lampu berwarna putih kebiruan terbukti mampu membuat orang rileks dan cepat mengantuk? So, untuk kualitas tidur yang lebih baik, kamu bisa menggunakan jenis lampu tidur ini pada ruang keluarga atau ruang tidur.

Cara memilih warna lampu rumah

1. Sesuaikan dengan konsep ruang

Sumber: marianahome.com

Apa pun jenis lampunya, kamu harus menyesuaikannya terlebih dahulu dengan konsep ruangannya. Misalnya, ruang berkonsep minimalis akan lebih cocok menggunakan model lampu yang cenderung sederhana dengan pemilihan warna-warna yang kalem. Selain itu, ketahui juga kebutuhan pencahayaan ruang. Apakah berfungsi untuk penerangan plafon, hiasan, untuk bekerja, atau yang lainnya.

2. Rancang suasana berbeda untuk tiap ruang

Sumber: stereotypes.biz

Kamu perlu mengenal setidaknya tiga lapis fungsi pencahayaan pada ruang yaitu menciptakan kenyamanan penghuni, membentuk nuansa, serta menambah nilai estetika. Nah agar lebih mudah, kamu bisa memisahkan bagian ruang di dalam rumah terlebih dahulu sebelum kemudian memilih lampu yang sesuai dengan fungsi tersebut.

3. Ukuran dan kekuatan cahaya lampu

Sumber: store.horizon-lights.com.sg

Satuan kekuatan sumber cahaya lampu disebut dengan Lumen. Sebuah lampu dengan output Lumen yang sama, maka otomatis akan sama terangnya, terlepas dari warna cahaya kuning atau putih. Untuk ruangan berukuran kecil, tentu akan lebih cocok jika kamu menggunakan lampu berukuran kecil dengan kekuatan yang tidak terlalu tinggi. Tujuannya tentu untuk menghindari kesan sesak yang akan mempengaruhi psikologi kamu sebagai penghuni.

Intinya, pemilihan warna lampu rumah dapat disesuaikan dengan tujuannya. Jika kamu menyukai suasana yang serius dan dingin, kamu dapat memilih cahaya putih untuk rumah. Namun jika kamu suka dengan suasana yang santai dan hangat, pilihlah warna lampu kuning.

Konsep cahaya sesungguhnya meniru konsep alam untuk siang dan malam. Cahaya matahari berwarna putih di siang hari akan menyilaukan, sedangkan pada malam hari cahaya bulan dan bintang yang memancarkan sinar kuning lembut sangat cocok digunakan untuk beristirahat.

warna lampu rumah

Sumber: home-designing.com

Namun perlu diingat, tentunya suasana rumah tidak hanya dipengaruhi oleh pilihan warna lampu saja. Rancangan arsitektur, penataan ruang dan dekorasi interior lainnya pada rumah juga turut menentukan suasana keseluruhan yang ditampilkan. Sebagai contoh, rumah bergaya minimalis biasanya banyak menggunakan pilihan warna dingin seperti abu-abu, hitam, atau putih.

Didukung dengan penataan yang serba sederhana, rapi, teratur, dan bersih ruangan berkonsep minimalis kebanyakan menyajikan white space yang cukup luas dan terkesan dingin. Kesan dingin pada rumah berkonsep minimalis ini bisa kamu seimbangkan dengan pemilihan warna lampu. Jika ingin menciptakan suasana yang dingin dan sejuk, maka kamu dapat menggunakan lampu bercahaya putih. Sebaliknya, jika ingin menciptakan suasana rumah yang hangat, kamu bisa memilih lampu dengan cahaya kekuningan.

Bagaimana? Tentu kamu sudah tahu kan apa saja hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan hunian nyaman melalui pilihan lampu? Kira-kira akan memilih warna lampu rumah yang seperti apa nih?

Artikel Lainnya
By |Juni 21st, 2019|

Leave A Comment